Ormas Badak Banten Sikapi Pertambangan Emas di Lebak Selatan oleh PT SBJ yang Diduga Pemicu Bencana Alam yang Terjadi

Advertisement

Ormas Badak Banten Sikapi Pertambangan Emas di Lebak Selatan oleh PT SBJ yang Diduga Pemicu Bencana Alam yang Terjadi

03 Maret 2025

 


LEBAK|Informasikasus.com - Musim penghujan masih terus berlanjut, masyarakat diminta waspada kalau terjadi bencana longsor dan banjir, bagi masyarakat Lebak Banten, khususnya masyarakat Cibeber Bayah dan sekitarnya.


Warga masyarakat harap berhati-hati, pasalnya PT Samudera Banten Jaya (SBJ) dan PT MUK yang diduga sebagai penyebab terjadinya bencana tersebut masih melakukan Aktivitas nya, meski beberapa waktu yang lalu PT SBJ telah mendapat teguran, hingga penutupan dari Dinas terkait. Namun informasi dari masyarakat, perusahaan tersebut bukan menghentikan kegiatan nya malah semakin memperluas lahan produksinya, Senin (03/5/2025)


Banjir bandang yang terjadi di wilayah Lebak Selatan (Baksel) Kabupaten Lebak, Banten, tahun lalu diduga kuat dampak dari aktivitas perusahaan tambang pengambil emas PT Samudera Banten Jaya (SBJ) yang berlokasi di wilayah Cibeber dan Kecamatan Bayah.


Ketua DPC Badak Banten Bayah Dedy Vistasio mengatakan, Berdasarkan keterangan dari masyarakat sekitar, perusahaan pencari bahan emas ini sudah beroperasi bertahun-tahun dan diduga telah menguras perut bumi, membabat hutan-hutan yang menjadi resapan air di wilayahnya beroperasi, sehingga curah air hujan tidak lagi terkendali


'Tidak menutup kemungkinan bencana banjir dan longsor akan lebih dahsyat apabila perusahaan tersebut terus dibiarkan beroperasi, karena PT. SBJ diduga hanya mengejar keuntungan semata tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan hidup yang mengakibatkan lenyapnya hutan yang menjadi resapan air di atas perbukitan," ungkapnya Dedi Vistasio selaku Ketua DPC Badak Banten kecamatan Bayah, kepada awak media.


Perusahaan Asing yang berpotensi membawa bencana bagi masyarakat sekitar, lanjut Dedi, seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah provinsi banten, khususnya pemerintah kabupaten Lebak 


"Yang menjadi pertanyaan besar, kenapa sampai saat ini perusahaan yang sering menjadi kontroversi masih saja bebas melakukan aktivitas dengan kegiatannya yang semakin brutal membabad lahan perbukitan, menghancurkan hutan, pepohonan yang menjadi penahan tanah dibabat habis, sehingga tanah menjadi labil dan bisa menimbulkan longsor," ujarnya.


Tidak sedikit lahan pertanian masyarakat sekitar rusak karena dampak dari kegiatan PT Samudera Banten Jaya (SBJ). 


"Kami berharap di kepemimpian Bupati Lebak yang baru mampu menghentikan kegiatan Perusahaan PT Samudera Banten Jaya tersebut, sebelum bencana banjir dan longsor terulang kembali," tegas Dedy.



Jangan sampai Paradigma negatif tentang adanya dugaan "Kongkalikong " antara PT SBJ dan pemerintah kabupaten Lebak benar adanya.


"Kami yakin Bupati baru Moch Hasbi Jaya Baya, dan Amir Hamzah mampu membuktikan janji nya untuk memberikan jaminan keamanan dan mensejahterakan masyarakat Lebak dapat terealisasi, tidak sekedar Omong doang (Omdo), seperti pemerintahan sebelum nya," pungkas nya.


(MY)